Langsung ke konten utama

Tapi terus gimana?

Untitled
Ketika kamu akhirnya kenal sama orang tapi orang itu tidak terjangkau karena gap yang lumayan jauh dan belum begitu dekat karena perkenalaan itu sesaat. Tapi kamu mau untuk membua diri untuk orang itu. Tapi terlalu malu untuk mengatakan. Tapi karena malu untuk bicara dan akhirnya melakukan aksi diam. Dan akhirnya jadi sakit sendiri.

Terus gimana kalo gitu? Terlalu malu untuk bicara. Akhirnya sakit sendiri. Galau. Sendiri. Galau sendiri. Sedih deh bacanya, yang nulis aja juga sedih nulisnya...

Berawal dari, temenmu putus asa sama keadaanmu yang malah terlalu nyaman sendiri, masih berada di zona paling aman sendirian, dan terlalu banyak nge"me-time". Sampai akhirnya kamu dikenalin sama orang tapi pas kejadian tersebut tidak berjalan sebagaimana semestinya. Pada akhirnya kamu bisa ngobrol sesaat, dan kamu merasa mungkin cocok. Tapi hal itu tidak berlanjut dan kamu terlalu malu cerita sama temenmu. Tapi temenmu juga enggak peka kalo kamu kodein tentang orang itu.

Bingung. Habisnya mau kayak apa? kalo kata lagu "When you love someone just be brave to say that you want him to be with you. When you hold your love don't ever let him go or you will lose your chance to make your dreams come true." 

Sia-sia lah waktu perkenalanmu itu kalo habis itu menguap diudara tak berbekas. Tapi terus gimana? :(

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jahat

Hello may :) hari ini tgl 1 mei bulan pun telah berganti (lagi). Tapi kenapa membullyan 'mereka' terhadapku tdk berakhir seperti bulan april ;( APA SIH GUNANYA SHARING KEMARIN!?  ENGGAK ADA GUNANNYA! cuma bikin 'mereka' tambah koleksi topengnya! Baru jg di post kemaren aku ngomongin ttg mereka. Tapi belom aja seminggu aku udh ngerasa sama aja. Kutu ttp aja sukanya nyindir, yang cowok cowok ttp aja ngeliatin kita gimana gitu, pandangnya enggak enak banget :| kayak keliatan enggak ikhlas aku sekelas sama mereka apa apalah! Mereka itu punya hati nurani enggak sih? baik sama yang punya wajah cantik, putih? hah?? yayaya aku tau aku aku termasuknya item enggak cantik, belom jg mereka bilang gitu aku udah tau kok, sadar diri kok aku, emg mereka enggak sadar diri -__- ada yang kayak kutu, gorila, kuda, mendes, kotak. Yaampun peuhlieeees *alay. kita itu sama sama S E T A R A !! Mereka mbeda mbedain kayak mereka yang maha paling sangat amat amat sempur...

kelas kubagaikan sesuatu

sebenernya aku salah apa to? sampe kayak gini? kayaknya benci bgt sekelas sama aku? aku emg pernah jahatin mereka po? kok sampe dijahatin kayak gini? salahku apaan? ngejek aja enggak pernah, kenapa aku sukanya diejekin? bacot aja jarang, kenapa aku dibacotin? frontal aja enggak pernah, kenapa aku di frontalin? udah pelajarannya susah kelas enggak mendukung :| mau jadi apa aku? kedepannya? padahal aku bakalan sekelas sama mereka sampe XII besok :\ frustasi berat eh depresi berat eh sampe kayak gini :\  pengen pindah kelas tp ke kelas apa? :( ? pindah sekolah? enggak boleh :( tp enggk bisa lama lama kayak gini :'( pengen sekolah tp kok enggk pengen msk kelas :( bener bener enggak betah! apa apa di komentari :| sama mereka BENCI DEH!

Pangeran Misterius

Dia sebenarnya seperti pangeran. Pintar, yah cukup tampan lah. Tapi terkadang selera fashionya itu lho agak gimana. Menurutku dia seperti pangeran yang tidak terasah kecermelangannya.  Iya dia.. Dia yang berambut ikal berantakan, berwajah kotak dengan bingkai kacamata hitamnya yang selalu menemaninya setiap hari. Tidak bosan-bosannya aku menatap wajah itu. Tenang tapi terkesan cuek dan dingin. Bicarapun hanya seperlunya dan hanya beberapa patah kata. Tapi, menurutku dia keren apa adanya. Biasanya aku tidak menghiraukan keberadaanya tapi akhir-akhir ini entah mengapa aku tidak bosan menatap wajah itu. Wajah yang teduh bila ia menunggingkan senyumnya yang amat ajarang ia tampilkan. Wajah yang serius saat dosen menjelaskan kelasnya. Wajah yang terkadang terlihat mengantuk bila kuliah pagi. Wajah yang terlihat amat capek waktu praktikum.  Menurutku dia penuh dengan tanda tanya, maksudku dia begitu misterius. Tidak ada yang tahu tentang kesibukkannya. Selesai k...