Langsung ke konten utama

Penyesalan

Aku masih teringat janjimu disore itu. Janji yang telah mencairkan aku yang dulunya sebuah bokah es mencair menjadi air untukmu. Akupun masih ingat dengan jelas detik-detik bagaimana, kesalahan yang kubuat telah menyebabkan penyesalan tak berujung ini. 

Apa keputusanku salah atau kah benar? kalaupun benar kenapa rasa penyesalan tidak pergi dari hati ini. Lelah, perasaan ini menyakitiku perlahan-lahan. Pasti ini yang kamu rasa saat kejadian itu. Perih. Sakit. Semua kau tanggung sendiri pada saat itu.

Dan kalau salah, aku menjadi tidak dapat melihat bagaimana perasaanmu yang sesungguhnya kepadaku. Janji itu yang mencairkanku, dan akhirnya kau ingkari. Kini kau telah mengengang tangan lain yang dengan senang hati akan membalas dengan erat mengengam tanganmu. 

Aku memang pengecut, menyesali keputusan yang telah kubuat sendiri. Terlalu naif percaya tentang janji itu. Terlalu buta dan tuli tidak mendengarkan temanku dan aku masih terlalu naif percaya janji itu. Percaya akan janji itu akan datang nanti pada saatnya.


Aku yang masih menunggu janji itu datang kembali, D.


P.s: Ini bukan tentang aku. Ini tentang cerita temanku, tapi temanku yang menjadi 'dia'.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jahat

Hello may :) hari ini tgl 1 mei bulan pun telah berganti (lagi). Tapi kenapa membullyan 'mereka' terhadapku tdk berakhir seperti bulan april ;( APA SIH GUNANYA SHARING KEMARIN!?  ENGGAK ADA GUNANNYA! cuma bikin 'mereka' tambah koleksi topengnya! Baru jg di post kemaren aku ngomongin ttg mereka. Tapi belom aja seminggu aku udh ngerasa sama aja. Kutu ttp aja sukanya nyindir, yang cowok cowok ttp aja ngeliatin kita gimana gitu, pandangnya enggak enak banget :| kayak keliatan enggak ikhlas aku sekelas sama mereka apa apalah! Mereka itu punya hati nurani enggak sih? baik sama yang punya wajah cantik, putih? hah?? yayaya aku tau aku aku termasuknya item enggak cantik, belom jg mereka bilang gitu aku udah tau kok, sadar diri kok aku, emg mereka enggak sadar diri -__- ada yang kayak kutu, gorila, kuda, mendes, kotak. Yaampun peuhlieeees *alay. kita itu sama sama S E T A R A !! Mereka mbeda mbedain kayak mereka yang maha paling sangat amat amat sempur...

kelas kubagaikan sesuatu

sebenernya aku salah apa to? sampe kayak gini? kayaknya benci bgt sekelas sama aku? aku emg pernah jahatin mereka po? kok sampe dijahatin kayak gini? salahku apaan? ngejek aja enggak pernah, kenapa aku sukanya diejekin? bacot aja jarang, kenapa aku dibacotin? frontal aja enggak pernah, kenapa aku di frontalin? udah pelajarannya susah kelas enggak mendukung :| mau jadi apa aku? kedepannya? padahal aku bakalan sekelas sama mereka sampe XII besok :\ frustasi berat eh depresi berat eh sampe kayak gini :\  pengen pindah kelas tp ke kelas apa? :( ? pindah sekolah? enggak boleh :( tp enggk bisa lama lama kayak gini :'( pengen sekolah tp kok enggk pengen msk kelas :( bener bener enggak betah! apa apa di komentari :| sama mereka BENCI DEH!

Pangeran Misterius

Dia sebenarnya seperti pangeran. Pintar, yah cukup tampan lah. Tapi terkadang selera fashionya itu lho agak gimana. Menurutku dia seperti pangeran yang tidak terasah kecermelangannya.  Iya dia.. Dia yang berambut ikal berantakan, berwajah kotak dengan bingkai kacamata hitamnya yang selalu menemaninya setiap hari. Tidak bosan-bosannya aku menatap wajah itu. Tenang tapi terkesan cuek dan dingin. Bicarapun hanya seperlunya dan hanya beberapa patah kata. Tapi, menurutku dia keren apa adanya. Biasanya aku tidak menghiraukan keberadaanya tapi akhir-akhir ini entah mengapa aku tidak bosan menatap wajah itu. Wajah yang teduh bila ia menunggingkan senyumnya yang amat ajarang ia tampilkan. Wajah yang serius saat dosen menjelaskan kelasnya. Wajah yang terkadang terlihat mengantuk bila kuliah pagi. Wajah yang terlihat amat capek waktu praktikum.  Menurutku dia penuh dengan tanda tanya, maksudku dia begitu misterius. Tidak ada yang tahu tentang kesibukkannya. Selesai k...